Beranda » Uncategorized » Kenapa Wisata Ke Belitung?

Pemerintah Kabupaten Belitung telah membuka kembali beberapa destinasi wisata di daerahnya sehingga siap menerima kunjungan bagi wisatawan sejak bulan juli 2020 lalu. Pemerintah dan para pelaku pariwisata di Pulau Belitung berharap agar wisatawan dapat kembali berkunjung ke Pulau Belitung setelah berbulan-bulan tutup. Hal ini sebagai salah satu upaya pemulihan bagi ekonomi khusus nya sector pariwisata yang sempat mati suri akibat pandemi virus corona.

 

Ada 3 alasan mengapa Pulau Belitung menjadi pilihan tepat untuk berwisata kembali. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Belitung cukup dekat dari Jakarta

Perjalanan dari Jakarta ke Pulau Belitung menggunakan pesawat hanya memakan waktu sekitar 45 menit sd 1 jam. Harga tiket pesawat Jakarta – Belitung juga terbilang cukup terjangkau bahkan bisa dikatakan murah.

 

  1. Belitung sebagai salah satu Maladewanya Indonesia

Pulau Belitung kerap dijuluki “Maldives”-nya Indonesia atau Maladewa – nya Indonesia karena ke indahan wisata baharinya. Hal ini di sebabkan karena banyak gugusan pulau – pulau kecil yang mempunyai daya tarik tersendiri yang terletak di daerah utara Belitung. Disana terdapat rumah bintang laut dan koral yang cukup berwarna. Untuk mengunjungi keindahan Belitung anda bisa menghubungi travel agent terbaik di Belitung

 

  1. Jarak antar tempat wisata di Pulau Belitung yang cukup dekat

Untuk diketahui bahwa jarak antar tempat wisata di kota Belitung tidak terlalu jauh. Bahkan, perjalanan ketempat – tempat wisata di Belitung sering kali tidak perlu di hitung dengan kilometer, namun umum nya dihitung jarak per menit karena tidak membutuhkan waktu yang lama.
Jarak tempuh antar destinasi dapat tepat waktu juga dikarenakan tidak adanya kemacetan di Belitung.

Selain 3 alasan diatas, Ada beberapa wisata geosite di Pulau Belitung yang juga sempat menjadi nominator dalam UNESCO Global Geoprak (UGG) 2020 layak kamu kunjungi. Berikut beberapa geosite tersebut:

1. Juru Sebrang Geosite

Juru Sebrang berada di KecamatanTanjung Pandan, Pulau Belitung, lebih tepatnya sekitar 5 km dari pusat kotaTanjung Pandan. Juru Sebrang merupakan daerah bekas penambangan timah. Namun kini, geosite juru sebrang sedang fokus untuk melakukan rehabilitasi pasca – tambang. Jika Anda berkunjung ketempat ini, Anda akan dapat melihat proyek mitigasi perubahan bencana, banyak penangkaran ikan kerapu dan penanaman pohon bakau.

Geosite juru sebrang ini memiliki jalur yang melintasi sepanjang hutan bakau, pemandanganpantai dengan pasir putih dan atraksi memancing tradisional.

Jika Anda Ingin melihat matahari terbenam? Anda bias naik kesebuah menara dengan ketinggian sekitar enam meter.

Jika Anda Ingin menikmati hidangan dengan pengalaman menarik? Anda dapat mencoba bersantap di restoran bertema kapal.

 

  1. Bukit Peramun

Bukit Peramun berada di Desa Aik Selumar, Kecamatan Sijuk, Pulau Belitung atau sekitar 22 km dari Bandara HAS Hanandjoeddin jarak tempuh nya hanya sekitar 22 km. Geosite Bukit Peramun ini merupakan hutan yang memiliki 149 spesies tanaman. Nama “Peramun” memiliki arti ramuan. Nama tersebut disematkan karena Bukit Peramun mempunyai tanaman obat yang berlimpah ruah.

Apabila Anda ingin menikmati pemandangan hutan yang terbentang luas, Anda dapat menikmatinya dari puncak bukit batu. Disana terdapat sebuah fasilitas pengamatan dan juga telah disediakan beberapa lokasi untuk swafoto seperti jembatan merah, rumah hobbit, mobil terbang dan batu kembar.

  1. Kuale Granite Mangrove

Hutan ini terletak di Jalan Penghul, Sijuk, Pulau Belitung, tepatnya 30 – 45 menit dari Bandara HAS Hanandjoeddin. Kuale Granite Mangrove berada di sepanjang Sungai Kuala yang terbentuk ketika lempeng Argo, lempeng Banda dan busur Woyla terpisah dari Australia sekitar 145 juta tahun yang lalu. Ketika Anda berkunjung kesana, Anda dapat melihat sedikitnya enam spesies pohon bakau langka yang mungkin Anda belum pernah lihat sebelumnya.

Sembari menikmati pemandangan pohon bakau yang terletak di area yang pada abad ke-19 digunakan sebagai pelabuhan perdagangan yang menghubungkan sungai ke Laut Natuna, Anda juga dapat menikmati pemandangan alam di jalur sepanjang 650 meter yang berada dipinggir sungai.

Setelah selesai mengexplore Kuale Granite Mangrove, Anda dapat berkunjung ke empat masjid tertua di Belitung yang letak nya tidak jauh dari Geosite Kuale Granite Mangrove. Ada pula sebuah kuil Konghuchu kuno yang letaknya sekitar 300 m barat laut dari geosite tersebut.

  1. Pantai Tanjung Kelayang

GeositeTanjung Kelayang menawarkan pemandangan yang menarik dengan adanya beberapa pulau kecil yang adadi sekitarnya. Pantai ini biasanya di jadikan tempat singgah sementara bagi wisatawan sebelum melakukan island hopping ke beberapa pulau seperti Batu Garuda, Pulau Kelayang, Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang, Pulau Pasir, dan Pulau Burung.

Meskipundemikian, geositeinijuga sebenarnyamerupakansuatutempat singgah yang menarik. Hal ini disebabkan karena pantai ini memiliki tekstur pasir yang halus dan sangat cocok untuk dijadikan tempat berjalan kaki santai.

Selain itu, pantai Tanjung Kelayang juga mempunyai ombak yang tidak terlalu tinggi sehingga Anda dapat berenang dengan aman. Air lautnya memiliki gradasi yang indah. Untuk mengunjungi atau mendapatkan paket tour belitung dengan tujuan mau lihat Pantai Kelayang silakan kunjungi Travel Agent Terbaik Di Belitung

5. Pantai Batu Bedil

Pantai Batu Bedil terletak di Sungai Padang, Pulau Belitung.Sebutan nama “Batu Bedil” pada pantai ini didasarkan pada sebuah legenda yang bermula dari sebuah batu yang mengeluarkan bunyi seperti peluru yang di tembakkan. Akan tetapi, asal bunyi tersebut ternyata adalah sebuah ombak besar yang menerpa sebuah lubang yang ada di batu.

Konon, bunyi tersebut dapat terdengar hingga jarak 30 km. Jika Anda berlibur kepantai ini, Anda dapat memandang Laut Natuna secara langsung dari atas bebatuan yang memiliki formasi unik.

Salah satu nya merupakan formasi batu yang menjorok kelaut yang biasanya dijadikan sebagai spot untuk berfoto.

6. Pantai Burung Mandi

Letak geosite Pantai Burung Mandi ada di Kecamatan Damar,Pulau Belitung atau sekitar 80 menit atau 69 km dari Bandara HAS Hanandjoeddin. Pantai ini berpasir putih halus yang di sekelilingnya terdapat banyak deretan pohon pinus. Oleh karena itu, mungkin Anda tidak akan dapat melihat pesona pantai ini apabila dilihat dari kejauhan karena terhalang oleh pepohonan pinus yang rindang tersebut.

Di sekitar pantai Burung Mandi juga terlihat beberapa perahu warna-warni yang disewakan untuk mengelilingi pantai ini. Tidak jauh dari sana, Anda juga dapat berkunjung ke Vihara Dewi Kwan Im.

Anda juga dapat berkunjung kesebuah bukit yang letaknya tidak jauh dari pantai ini yang memiliki ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Di sana Anda dapat melihat sebuah air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 7 meter.

  1. Batu Baginda

Bebatuan granit hamper terlihat di semua pantai yang ada di Pulau Belitung. Namun jika Anda ingin menyaksikan batu granit yang terbesar di sana, Anda dapat berkunjung ke Batu Baginda. Geosite ini terletak di Desa Padang Kandis, Membalong, Pulau Belitung.Pemandangan yang dapat disaksikan oleh wisatawan dari atas Batu Baginda merupakan pemandangan berupa hamparan hutan yang masih sangat asri.

Anda juga dapat menikmati pemandangan ketika matahari terbit mau pun terbenam, serta pantulan cahaya matahari yang tampak di atas permukaan air laut.

 

Dapatkan Harga Menarik Untuk Paket Tour Belitung di www.belitungexotrip.com atau lansung hubungi

HP/WA 0811 8787 700

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.